Thursday, March 7, 2013


WARGA, khususnya petani di Desa Bulo dan sekitarnya, Kecamatan Panca Rijang, Sidrap, tak lagi kesulitan dalam mengangkut hasil pertaniannya. Akses di wilayah itu telah terbuka lebar bersamaan dengan dibangunnya sebuah jembatan gantung.

Dulu, sebelum jembatan gantung ini dibangun, petani di desa ini dan sekitarnya sangat sulit menjangkau areal perkebunan mereka. Bukan cuma itu, masyarakat yang berdiam di Desa Bulo maupun dari desa tetangga, seperti Desa Bulo Wattang dan Cipotakari harus bersusah payah berjalan kaki dan atau menaiki kuda untuk menjangkau perkebunan atau sawahnya.

Namun, sejak bangunan jembatan gantung ini ada, petani dan warga tidak lagi merasa sulit untuk menjangkaunya. Terlebih jalan yang menghubungkan antara satu desa dengan desa lainnya juga sudah membaik.

"Hasil pertanian kami sudah jauh lebih meningkat di bandingkan beberapa tahun sebelumnya. Ya, maklum saja, dulu kita sangat terkendala oleh akses jalan dan jembatan penghubung karena adanya Sungai Rappang. Tapi sekarang tidak lagi," ujar Umar, 40 tahun, salah seorang petani asal Desa Bulo, Jumat, 8 Maret.

Perihal jembatan gantung ini kata Umar, dibangun pada 2011 menggunakan anggaran program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri perdesaan (PNPM MPd). "Kalau tidak salah, idenya muncul sekitar 2010 lalu, saat itu warga mengusulkannya melalui Musyawarah Desa Khusus Perempuan (MDKP)," ungkapnya.

Ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Panca Rijang, Gunawan yang dihubungi terpisah membenarkan pembangunan jembatan gantung tersebut memanfaatkan anggaran PNPM MPd TA 2011. "Kalau tidak salah, pagu anggarannya Rp221 juta lebih," lontar Gunawan.

Menurutnya, bangunan jembatan gantung tersebut diusulkan melalui rapat MDKP tingkat desa dan ditindaklanjuti melalui Musyawarah Antar Desa Penetapan (MAD-P)  tingkat kecamatan. Panjangnya sekitar 45 meter," papar Gunawan.

Senada diungkapkan Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK), Tati. Dia mengatakan, bangunan jembatan gantung tersebut dibangun 2011 lalu dan baru rampung dikerjakan sekira Februari 2012 lalu.
Tati menggambarkan, Desa Bulo terletak di bagian timur Kecamatan Panca Rijang, Sidrap. Desa ini berbatasan langsung dengan Desa Bulo Wattang yang terletak di sebelah barat.
"Sedangkan Desa Cipotakari berada di sebelah timur, dan, Kecamatan Wattang Sidenreng pas berada di bagian selatan," ujar Tati. (**)

Thursday, February 28, 2013

Warga Kanyuara Bentuk TPK PNPM Baru

SIDRAP -- Melalui proses musyawarah mufakat, warga Kelurahan Kanyuara Kecamatan Watang Sidenreng membentuk Tim Pengelola Kegiatan (TPK) PNPM Mandiri Pedesaan untuk proyek Tahun 2013. Musyawarah digelar di Aula Kantor Kelurahan Kanyuara, belum lama ini, diikuti tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan aparat kelurahan setempat.

Musyawarah dipimpin Fasilitator PNPM MPd, Imas, diawali dengan pembubaran TPK Tahun 2012. "TPK PNPM 2012 resmi dibubarkan, pertangungjawaban pelaksanaan kegiatan telah dilaksanakan 14 Januari lalu, dan telah diterima oleh masyarakat,"jelas Imas.

Selanjutnya, Imas mempersilakan peserta untuk mengajukan usulan calon TPK yang baru. Setelah berdiskusi kurang lebih 30 menit mereka sepakat menunjuk Laenggeng Kote sebagai ketua, Hermin sebagai sekretaris dan Hasni Tandi selaku bendahara. Diketahui, Hermin dan Hasni Tandi merupakan anggota TPK tahun 2012.

Sementara Laenggeng Kote yang juga Kepala Bidang Perikanan Dinas Peternakan dan Perikanan Sidrap menganggap pegangkatan dirinya itu sebagai amanah.

"Sebenarnya saya berharap ada teman-teman yang lain bisa mengisi posisi ini, apalagi terus terang saya harus membagi waktu dengan pekerjaan kantor. Tapi jika ini keputusan bersama, saya siap melaksanakannya,"ujar Laenggeng.

Laenggeng berharap dukungan segenap masyarakat Kanyuara dalam melaksanakan program-program nantinya.  "Kami sadar program ini hanya bisa berjalan jika ada partisipasi bapak dan ibu sekalian,"sambung Laenggeng.

Selain menetapkan TPK, musyawarah tersebut juga mengangkat 2 orang Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) yang baru. Keduanya adalah Lawaru dan Ana Pesona.

Sementara itu, ditunjuk sebagi Ketua TPK PNPM MPd Kelurahan Kanyuara, Laenggeng Kote langsung memimpin pembuatan Draft Usulan atau Draft Rencana Kerja Pembangunan (RKP) Kelurahan Kanyuara. Draft ini yang menjadi acuan pengusulan program Kelurahan Kanyuara dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) mendatang. (**)
SIDRAP -- Sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap pengelolaan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan di tingkat Kecamatan Tellu Limpoe, Unit Pengelola Kegiatan (UPK), Kamis (31/1) lalu, digelar Musyawarah Antar Desa (MAD) tutup buku 2012, di Aula kantor Camat Tellu Limpoe.

Palaksanaan MAD ini, dipimpin ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Tellu Limpoe Muhammad Akib Ali, dihadiri oleh Fasilitator Keuangan (Faskeu) Kabupaten Sidrap Taufik Abbas, Fasilitator Tehnik Kecamatan Tellu Limpoe, Faita serta ketua UPK Kecamatan Tellu Limpoe Basri dan undangan lainnya.

Ketua UPK Kecamatan Tellu Limpoe, Basri mengatakan, kegiatan tersebut digelar dalam rangka laporan pertanggungjawaban pengelolaan PNPM Mandiri pedesaan di wilayah itu, mulai laporan Simpan Pinjam Perempuan (SPP) dan dilanjutkan hasil penyaluran Dana Operasional Kegiatan (DOK) kepada 9 Desa dan Kelurahan se-Kecamatan Tellu Limpoe.

"Banyak manfaat yang telah dirasakan oleh masyarakat di wilayah ini dengan program ini, sehingga kita berharap para pengelola program ini, bisa lebih meningkatkan profesionalisme dalam mengelola PNPM-MP ke depan,"harapnya.

Untuk program PNPM 2013 di Kecamatan Tellu Limpoe, kata dia akan dikucurkan modal dana bergulir kepada SPP sekitar Rp 1 Milyar lebih, termasuk untuk Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) di sembilan desa dan kelurahan seperti kegiatan fisik senilai 800 juta.

Sementara Ketua BKAD Kecamatan Tellu Limpoe, Muhammad Akib Ali mengharapkan, agar semua pengurus PNMP Mandiri Pedesaan yang ada di wilayah itu, supaya bekerja sama dalam meningkatkan mutu pelayanan. sehingga kegiatan PNPM itu bisa  berjalan dengan baik.

”Jangan sampai pada saat pelaksanaan program ada yang melanggar aturan yang ada. Kalau hal itu terjadi, maka akan berakibat berkurangnya kepercayaan masyarakat,”katanya.

Untuk itulah Akib ALi mengajak semua komponen yang terlibat dalam PNPM itu, untuk bekerja dengan baik, sungguh-sungguh, sehingga apa yang diharapkan oleh masyarakat melalui program itu bisa terwujud. (**)


Tuesday, December 25, 2012

SIDRAP -- Kalangan pengurus Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri Perdesan di Sidrap, menolak Erata (Draft) Petunjuk Teknis Operasional (PTO) X yang dibuat oleh Manajemen Nasional Consultan (MNC).

Salah satu draft tambahan aturan ke UPK-an yang tidak disetujui pengurus UPK PNPM Mandiri Perdesaan di Sidrap, terutama soal pembatasan masa kerja maksimal dua periode (Satu periode 3 tahun, red).

Hal ini ditegaskan Ketua UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Watang Pulu, Mustari, Rabu, 26 Desember. Gerakan penolakan Erata (Draft) PTO X ini, kata dia, turut diadvoksi Forum Komunikasi (Fokus) Nenek Mallomo (Nemal) Kabupaten Sidrap.

Mustari berpendapat, Erata (Draft) PTO X yang digagas MNC tersebut terkesan sangat merugikan, bahkan cenderung menyudutkan pengurus UPK. "Kita tidak mau semua potensi kesalahan atau pelanggaran yang terjadi di UPK menjadi tanggung jawan UPK semata," ujarnya.

UPK di Sidrap lanjut Mustari mendesak Dirjen Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) pusat, meninjau ulang draft tambahan aturan yang sementra digelindingkan MNC tersebut.

"Sepanjang Erata (Draft) PTO X ini tidak digubris Dirjen Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendagri, teman-teman pengurus UPK se-Sidrap akan memboikot laporan bulanan ke UPK-an," katanya. (**)

Wednesday, October 31, 2012

Kelompok kerja (Pokja) Ruang Belajar Masyarakat (Rubelmas) Kabupaten Sidrap menyiapkan penghargaan (Award) bagi pelaku-pelaku Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan terbaik 2012.

Dalam pertemuan pengurus Pokja Rubelmas Sidrap bersama Forum Kerjasama Antar Desa (BKAD) Sidrap di Sekretariat Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Watang Pulu, Rabu, 31 Oktober, memutuskan, ada delapan unsur pelaku PNPM yang akan dinilai kinerjanya.

Adapun delapan unsur pelaku PNPM tersebut adalah BKAD, TPM, TPPD, UPK, TPK, PL dan TPM serta SPP. Mengacu pada Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) tahun ini, terjadi penambahan penilaian kinerja setelah TPPD dan SPP masuk penilai tahun ini.

Fasilitator Kabupaten (Faskab) PNPM Mandiri Perdesaan Sidrap, Mardiana Momon mengatakan, masuknya TPPD dan SPP dalam penilai kinerja tahun ini didasari dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya, sebagai motivasi atas kinerja tenaga pemelihara dan kelompok SPP yang selama ini tidak pernah menunggak.

Motivator Pokja Rubelmas Sidrap yang juga Ketua Forum BKAD Sidrap Mustakim Halede, mengatakan, pelaksaan workshop evaluasi atau pemberian penghargaan ini direncanakan berlangsung November atau Desember 2012.

Sementara Ketua Pokja Rubelmas Sidrap Akib Ali mengatakan, demi mengoptimlkan program penilain kinerja ini, telah disepakati membentuk tim penilai melibatkan Penanggungjawab Operasional (PJo) Kabupaten, Unsur faskab dan sejumlah Perwakilan Pokja RBM.

Menurut Akib, agenda pemberian award kepada pelaku PNPM Mandiri Perdesaan terbaik Sidrap 2012 ini, akan diawali dengan studi lapangan, survei dan pemeriksaan dokumen-dokumen terkait objek penilai di sepuluh UPK PNPM Mandiri Perdesaan di Sidrap. (*)

Sunday, September 30, 2012

PELATIHAN. Pemateri dan peserta pelatihan CBM intens menyimak materi yang disajikan. Acara ini berlangsung selama dua hari di Wisma Tri Murti, Pangkajene


SIDRAP
-- Kelompok kerja (Pokja) Ruang Belajar Masyarakat (Rubelmas) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Kabupaten Sidrap, kembali menggelar pelatihan pengawasan berbasis masyarakat atau lebih dikenal dengan istilah CBM.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari di Wisma Tri Murti, Pangkajene ini, diikuti sedikitnya 30 tim pelatih masyarakat (TPM) dari 10 kecamatan yang ada di Sidrap. Setiap kecamatan mengutus tiga TPM.
Ketua Pokja Rubelmas Sidrap M Akib Ali, belum lama ini mengatakan, tujuan dilaksanakannya pelatihan ini, untuk menambah bekal ilmu atau wawasan bagi para TPM, utamanya di bidang pengawasan berbasis masyarakat untuk kelangsungan tugas-tugasnya dilapangan kelak. Selama pelatihan kata Akib, penitia menyiapkan sejumlah materi diantaranya terkait materi tahap penanganan masalah berbasis masyarakat yang dibawakan oleh Andi Kemal SH, mekanisme dan prosedur penanganan masalah yang dibawakan oleh konsultan CRC, Wahyuddin.
Selain itu, para peserta juga diberikan materi mengenai teknik mengindentifikasi masyarakat peduli serta konsep dan strategi pengawasan berbasis masyarakat dan pembangunan. Menurut Akib, kedua materi ini dibawakan oleh Wahidin dan H Mustakim yang tak lain adalah Ketua Forum BKAD Sidrap.(*)

Saturday, September 8, 2012


SIDRAP -- Kelompok Kerja Ruang Belajar Masyarakat (Rubelmas) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) Sidrap, kembali menggelar pelatihan pemberdayaan bagi Tenaga Pelatih Masyarakat (TPM).
Acara yang berlangsung di Aula Wisma Tri Murti Pangkajene, Kecamatan Maritengngae  ini, dibuka Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Sidrap, Awaluddin Ramli SIP MSi, sekaligus bertindak selaku salah satu pembawa materi.
Ketua Pokja Rubelmas Sidrap, Muh Akib Ali disela-sela kegiatan ini, kemarin, mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari aktifitas kegiatan Ruberlmas Sidrap tahun ini. Tahun lalu kata Akib, acara serupa kata dia juga pernah dilakukan tahun lalu.
Adapun tujuan yang akan dicapai dari pelatihan TPM ini, untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya TPM yang akan bertugas melatih masyarakat pelaku kegiatan PNPM Mandiri di pedesaan.
Dikatakannya, kegiatan ini berlangsung selama dua hari dan diikuti 30 peserta, terdiri dari 10 kecamatan yang ada di Sidrap, "Setiap kecamatan mengutus perwakilannya sebanyak 3 orang untuk mengikuti acara ini," ujarnya.
Sebagaimana rencana pelaksanannya, pelatihan TPM PNPM MPd Sidrap akan berlangsung selama dua hari, sejak Kamis, 12 Juli dan keesokan harinya. Dihari pertama  kata Akib, disajikan materi terkait sistem pemberdayaan masyarakat serta mekanisme nya, dan hari kedua akan diberikan materi tentang kefasilitatoran. (edy)
SIDRAP -- Selasa 4 September, kemarin mungkin menjadi hari paling istimewa bagi pelaku Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) di Kecamatan Watang Pulu, Sidrap.
Bukan apa-apa, sebab dihari yang sama, untuk pertama kalinya tim suvervisi dari bank dunia (World bank) berkenan menginjakkan kaki khusus di wilayah yang dipimpin Camat Abdul Waris Sadik ini. Disini, tim bank dunia melakukan share dengan segenap pelaku PNPM MPd serta meninjau langsung kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP)  executing Kamboja I  Kelurahan Bangkai yang diketuai oleh Santi Mahmud dan Kelompok UEP Berkah yang diketuai oleh Mansur.
Rombongan atau tim bank dunia yang datang ini terdiri dari MR Edward, Srikuntari, Arnold, Munir dari Pokja Pengendalian Menko Kesra serta Norma Londong dari deputi RMCV. Mereka kemudian diterima Sekretaris UPK PNPM MPd Watang Pulu diamini Satker PNPM-MPd Kabupaten Sidrap, dalam hal ini Kepala BPMD Kabupaten Sidrap, Awaluddin, Penanggung jawab operasional (PJO) Kabupaten, tim Fasilitator Kabupaten (Faskab) dan  para Pelaku PNPM MPd Kecamatan Watang.
Turut hadir Camat Watang Pulu, Abdul Waris Sadik, Ketua BKAD Kecamatan Watang Pulu, H Mustakim Halede, PJO Kecamatan, UPK, FK/FT, Lurah/Kades, PL,TPK dan KPMD/K.
Dalam kunjungannya ini, tim dari bank dunia intens berdiskusi dengan pelaku PNPM MPd membahas seputar pengelolaan dana bergulir oleh UPK, termasuk  peranan masing-masing kelembagaan pendukung UPK (BKAD, BP-UPK ) serta sejauhmana keterlibatan pemerintahan, baik di tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa/kelurahan.
Namun sederhana, tetapi pertemuan langka ini nyaris mengulas tuntas beberapa hal penting seputar kegiatan PNPM MPd di Sidrap, termasuk peran BKAD dan BP-UPK sebagai pendukung UPK, terutama yang diterapkan di UPK PNPM MPd Kecamatan Watang Pulu.
Terungkap, melalui kerjasama ataupun koordinasi yang terjalin dengan baik selama ini, UPK Kecamatan Watang Pulu memeroleh stigma positif dimata warga, pemerintah dan bank dunia sendiri. Prestasi ini tentu atas kerja keras semua pihak. Salah satu bukti keberhasilan itu, yakni kini UPK Watang Pulu mampu mencatatkan aset produktifnya sebesar Rp1,5 miliar. Dalam proses pergulirannya, juga dipastikan tanpa tunggakan sedikitpun.
Peranan pemerintahan kecamatan, desa dan kelurahan juga ikut menjadi pembahasan dalam pertemuan antara bank dunia dan pelaku PNPM MPd serta unsur pemerintah. Terungkap bahwa kerjasama dan kordinasi selama ini terjalin cukup baik antara semua pihak.
Satu hal yang menarik dalam diskusi ini, dimana sejumlah program -program pemberdayaan yang telah dijalankan PNPM MPd di Sidrap, khususnya di UPK Kecamatan Watang Pulu ini, rupanya menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten dalam hal ini BPMPD Sidrap.
Beberapa program yang diakui berjalan dengan baik dan telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, siap diadopsi oleh pemerintah, salah satunya adalah program kelompok usaha bersama (Kube) semisal bantuan dana bergulir untuk rumah tangga miskin serta penerapan pelatihan-pelatihan untuk pengembangan kelompok usaha dan modal kerja.
Program-program yang telah dilahirkan oleh segenap insan PNP MPd ini, sebagaimana dijelaskan Kepala BPMPD Sidrap Awaluddin, siap diterapkan di masing-masing kelurahan/desa nantinya.
Usai melangsungkan diskusi ini, tim bank dunia ini melanjutkan supervisi mereka dengan mengunjungi Kelompok SPP dan UEP. Kelompok SPP yang menjadi fokus kunjungan mereka kali ini adalah
Kelompok SPP executing Kamboja I  yang diketuai oleh Santi Mahmud dan Kelompok UEP Berkah yang diketuai oleh Mansur.
Di sini, lagi-lagi tim bank dunia kembali membuka kran diskusi dengan segenap kelompok SPP executing dengan cara melakukan wawancara dengan pengurus kelompok dan anggota kelompok  seputar manfaat dana bergulir (SPP-UEP), utamanya dalam hal peningkatan kesejahteraan masyarakat dan manfaat adanya kelompok executing di desa/Kelurahan.(edy)
SIDRAP -- Jika tak ada aral, Unit Pengelola Kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarat Mandiri Perdesaan atau UPK PNPM MPd Kecamatan Watangpulu, Sidrap sudah akan menempati kantor baru tahun depan.
Kantor yang nantinya beralamat di Kelurahan Bangkai, atau tepatnya di sebelah barat Terminal Lawawoi ini, kini sudah mulai memasuki pembangunan tahap awal. Selasa, 4 September, kemarin, Camat Watang Pulu, Abdul Waris Sadik didampingi Ketua Forum Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Sidrap H Mustakim berkenan melakukan peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan kantor seluas 180 meter persegi tersebut.
Camat Watangpulu Abdul Waris Sadik disela-sela peletakan batu pertamanya, kemarin, mengaku sangat bangga atas inisiasi pembangunan Kantor UPK Kecamatan Watangpulu ini. Sebagai camat, Waris merasa salut dan bangga UPK Watang Pulu bisa membangun kantor sendiri tanpa membebani siapa-siapa. "Saya ucapakan terima kasih dan selamat," ungkap Waris disambut aplous sejumlah warga dan undangan yang turut hadir.
Sementara Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Sidrap H Mustakim mengatakan, adanya pembangunan Kantor UPK Kecamatan Watang Pulu ini, menandakan UPK Watangpulu kini sudah semakin mandiri dan maju dibandingkan dengan UPK-UPK lainnya. "Kalau UPK lain masih berkutat dengan program-program rutinnya, maka beda dengan UPK Watang Pulu ini," ujarnya.
Menurut H Mustakim, diluar UPK Watangpulu ini, UPK Kecamatan Pituriase konon juga sudah mengagendakan pembangunan kantor UPK di wilayahnya. Termasuk UPK Tellu Limpoe yang rencananya juga sudah akan melakukannya tahun depan.
Ketua UPK Kecamatan Watangpulu Mustari menyampaikan, pihaknya sudah mengalokasikan anggaran melalui Rencana Anggaran Operasional (ROP) UPK tahun anggaran (TA) 2012 sebesar Rp35 juta untuk mendukung pembangunan kantor baru UPK tersebut. Tahun depan kata Mustakim diupayakan ada tambahan anggaran. Selain itu, pembangunan Kantor UPK Watang Pulu ini juga akan di dukung oleh sumbangan TPK yang bersifat tidak mengingat. "Mudah-mudahan tahun depan, teman-teman sudah bisa berkantor disini," harapnya.
Turut hadir dalam acara peletakan batu pertama Kantor UPK Watang Pulu ini, Fasilitator Kabupaten PNPM MPd Sidrap, Mardiana Momon, Fasilitator Keuangan, Muh Taufiq dan Fasilitator Teknik, Abdul Rauf serta unsur UPK dan TPK PNPM MPd se Kecamatan Watang Pulu. (edy)

Sunday, July 8, 2012

SIDRAP -- Awalnya becek dan kumuh. Begitulah kira-kira gambaran jalan lingkungan di Kelurahan Arateng, Kecamatan Tellu Limpoe, Sidrap, sebelum tersentuh Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) tahun 2012 ini.
Adalah TPK PNPM MPd Kelurahan Arateng yang berhasil menyulap jalan becek nan kumuh itu menjadi jalan lingkungan yang mulus. Melalui programnya tahun ini, TPK PNPM MPd Kelurahan Arateng sudah berhasil merubah wajah jalan lingkungan tersebut menjadi mulus dan kuat.
Salah seorang warga, Usman Jafar, menuturkan, dulu jalan tersebut sangat jorok. Jangankan untuk dilalui kendaraan roda dua atau roda empat, berjalan kaki pun warga sangat susah melewati jalan tersebut, terlebih sehabis hujan.
Namun kini tutur Usman, suasananya sudah berbeda 180 derajat. Jalan yang dulunya becek dan kumuh, kini sudah sangat mulus dan kuat setelah mendapat perhatian dari pemerintah melalui PNPM MPd.
Ketua TPK PNPM Kelurahan Arateng, Abd Mufid yang dihubungi terpisah, mengaku sangat senang dan bangga atas selesainya pembangunan jalan lingkungan tersebut. "Sebagai pelaku PNPM MPd, tentu tujuan kami hanya satu, yakni memberikan yang terbaik untuk warga dan desa," ujar Abd Mufid.
Dia mengatakan, proyek pemasangan paving blok yang sudah rampung dikerjakan sejak Juni lalu ini, menelan anggaran sekira Rp85 juta. Sesuai kontrak, ukuran jalan yang dikerjakan sepanjang 243 meter dengan lebar 4 meter.
Camat Tellu Limpoe, Muh Arsul mengatakan, indikator keberhasilan PNPM MP tidak hanya dilihat seberapa jauh keberhasilan pembangunan fisik material. Tapi lebih penting lagi keberhasilan membangun mental spiritual. "Contoh semangat kolektivitas yang telah tumbuh, dan partisipasi yang luar biasa telah membangkitkan semangat kolektif," ujarnya.
Ke depan, Arsul mengharapkan agar program PNPM MPd di wilayahnya ini bisa terus berlanjut. Ia juga mengharapkan agar TPK-TPK PNPM MPd yang lainnya di wilayah ini bisa menjadikan contoh TPK Kelurahan Arateng yang telah berhasil melaksanakan program kerjanya.(PENULIS : ABD MUFID)
SIDRAP -- Keberadaan tim pelatih masyarakat (TPM) dalam Ruang Belajar Masyarakat (Rubelmas), diharapkan mampu menjabarkan teknik-teknik penanganan masalah berbasis masyarakat.
Oleh karena itu, TPM, baik TPM kecamatan maupun kabupaten yang telah melalui proses pematangan melalui Rubelmas Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (RBM-PNPM-MP), diharapkan memiliki kapasitas mengelola pelatihan partisipatif penanganan masalah berbasis masyarakat.
Hal ini diungkapkan Fasilitator Kabupaten (Faskab) PNPM MPd Sidrap, Mardiana Momon SPd, disela-sela workshop penyusunan dan penatapan modul kegiatan pelatihan Ruberlmas tahun 2012, belum lama ini.
Dewasa ini kata Mardiana, TPM telah dibac-kup POKJA Rubelmas Kabupaten dalam rangkaian kegiatan lanjutan pengembangan RBM. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan TPM kecamatan mengenai pelatihan partisipatif terkait materi lokal serta terbentuknya Kader yang andal untuk tenaga peningkatan kapasitas masyarakat di level kecamatan dan desa.
Mardiana juga mengungkapkan bahwa tujuan penyusunan modul, agar TPM dapat menyusun modul lokal sesuai panduan nasional, modul nasional dan hasil kaji kebutuhan lapangan. Kemudian TPM dapat melaksanakan praktek belajar menyusun modul praktis dengan melibatkan peserta workshop penyusunan modul lokal.
"Kalau di Sidrap ini, penyusunan modul melibatkan utusan-utusan/wakil 10 kecamatan yang ada di Sidrap meliputi, unsur FK, BKAD,UPK,Setrawan,BP-UPK,TM,PL,TPM," ujar Mardiana.
Adapun yang perlu diperhatikan dalam penyusunan modul adalah, uraian modul meliputi tujuan , peserta pemandu/pelatih, Hasil yang diharapkan , dan Materi pelatihan.
Alur pelatihan mencakup peningkatan aspek pengetahuan, keterampilan dan perubahan sikap. Matriks Kurikulum mencakup pokok bahasan, subpokok bahasan, tujuan pembelajaran, metode/media, ringkasan langkah fasilitasi, rujukan bahan bacaan. (**)

Friday, June 29, 2012


SIDRAP -- Kelompok Kerja Ruang Belajar Masyarakat (Rubelmas) Sidrap ikut merasionalisasi kegiatan tahun 2012. Alasannya, anggaran yang dialokasikan pusat untuk menunjang kegiatan Pokja Rubelmas Sidrap hanya mencapai Rp120 juta.

Berbeda tahun lalu, anggaran yang dikucurkan untuk melaksanakan program penguatan Pokja Rubelmas Sidrap mencapai Rp300 juta. Hal ini terungkap di workshop sosialisasi perencanaan dan penetapan kegiatan di Aula Kantor SKB Pangkajen, Sabtu, 28 April.

Workshop I dan II Pokja Rubelmas Sidrap yang dihadiri Fasilitator Kabupaten, Fasilitator Kecamatan, BKAD, UPK, BP-UPK, TM, TPM, PL dan Setrawan dari 10 kecamatan di Sidrap ini, juga menyepakati melebur dua divisi serta mengganti posisi sekretaris dalam kepengurusan Pokja Rubelmas Sidrap tahun 2012 ini.

Dua divisi yang mengalami penciutan yakni, divisi pemberdayaan gender serta divisi TPM, sementara empat divisi lainnya yakni divisi pengembangan SDM, divisi pengawasan (CBM), divisi hukum/advokasi serta divisi media tetap dipertahankan. Sedangkan posisi sekretaris kini diambilalih Drs Haryono.

Fasilitator Kabupaten PNPM MP Sidrap, Mardiana Momon SPd di acara ini mengatakan, peleburan dua divisi dalam komposisi Pokja Rubelmas Sidrap tersebut merupakan konsekuensi atas keterbatasan anggaran serta pertimbangan efektifitas kegiatan yang akan dilaksanakan tahun ini.

Berdasarkan petunjuk teknis (Juknis) kata Mardiana, reposisi pengurus dan rasionalisasi program kerja memungkinkan dilaksanakan berdasarkan kondisi ketersediaan anggaran yang ada. "Mengingat alokasinya turun sekitar 60 persen lebih, maka tidak apa-apa kegiatan dikurangi," ungkap Mardiana.(**)
SIDRAP -- Forum Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) Kecamatan Watang Pulu, Sidrap dinobatkan sebagai salah satu BKAD terbaik di Sulsel.

Dengan demikian, BKAD Watang Pulu, Sidrap ini dipersiapkan mewakili Sulsel dalam ajang penilai BKAD tingkat nasional. Hal ini dilontarkan Faskeu PNPM MPd Sidrap, Muh Taufik Abbas, Kamis, kemarin.

Taufik mengatakan, pihaknya sudah mendapat bocoran bahwa BKAD Kecamatan Watang Pulu yang ditunjuk mewakili Sidrap dalam ajang penilaian BKAD se Sulsel baru-baru ini, berhasil memperoleh poin maksimal.

Olehnya kata Taufik, BKAD Sidrap dalam waktu dekat ini berpotensi ditunjuk oleh propinsi mewakili Sulsel dalam ajang penilaian BKAD tingkat nasional, ujar Taufik Abbas.

Terpisah, Ketua Forum BKAD Kecamatan Watang Pulu Mustakim mengaku sudah mendengar informasi tersebut. Namun belum memperoleh kejelasan pasti tetapi Mustakim menyatakan BKAD Watang Pulu siap mengikuti lanjutan penilaian tersebut bila dipercaya. (edy)
Suasana kegiatan workshop penyusunan dan penetapan modul pelatihan Rubelmas Sidrap tahun 2012 yang berlangsung di Wisma Tri Murti Pangkajene, Selasa, 26 Juni. 

SIDRAP -- Dalam rangka optimalisasi pelaksanaan kegiatan Kelompok Kerja Ruang Belajar Masyarakat (Pokja Rubelmas) Sidrap tahun 2012, Pokja Rubelmas Sidrap melaksanakan workshop penyusunan dan penetapan modul pelatihan. Kegiatan yang berlangsung di Aula Pertemuan Wisma Tri Murti Pangkajene, Selasa, 26 Juni ini, diikuti puluhan peserta dari unsur Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), Tim Pelatih Masyarakat (TPM), Pokja Rubelmas serta unsur PNPM MPd dari 10 kecamatan. Kepala Dinas BPMPD), Awaluddin Ramli SIp MSi yang diwakili Penanggung Jawab Operasional kabupaten (PJOk) PNPM MPd Sidrap, Kurniati Tahir S STP MSi dalam arahannya menyampaikan pesan agar dapat mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan Rubelmas tahun ini. "Kepala Dinas BPMPD berpesan agar kegiatan Rubelmas Sidrap maupun PNPM MPd tahun ini dapat dioptimalkan sehingga bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Sidrap," ujar Kurniati. Masih menurut Kurniati, Pemkab Sidrap dalam hal ini Dinas BPMPD Sidrap sangat mendukung program PNPM MPd di Sidrap. "Oleh karena itu, beliau, maksudnya saya bapak Awaluddin berjanji untuk terus memperhatikan dan berupaya menambah anggaran tahun depan," ungkapnya. Fasilitator Kabupaten (Faskab), Mardiana Momon yang mewakili PNPM MPd Sidrap mengatakan, pihaknya akan berupaya menjalankan program-program PNPM MPd dan Pokja Rubelmas Sidrap sebagaimana yang diharapkan. (Muh Yusuf Ali)
SIDRAP -- Enam kecamatan di Sidrap mengutus perwakilannya mengikuti pelatihan  Kader Teknis Desa (KTD) dan Pendamping Lokal (PL) yang diselenggarakan PNPM MPd Sidrap di Aula Panti Asuhan Sejati, Rappang, kecamatan Panca Rijang, Sidrap, belum lama ini.
Pelatihan yang diharapkan bisa menambah ilmi KTD dan PL khususnya dalam membuat dan mendesain Rencana Anggaran Biaya (RAB) sendiri ini, diikuti enam utusan PNPM MPd kecamatan, diantaranya  Watangpulu, Watang Sidenreng, Tellu LimpoE, Baranti, Panca Rijang dan Kulo.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Sidrap. Di acara ini, panitia penyelenggara juga mendaulat Kepala Dinas  BPMPD Sidrap untuk membawakan materi. (*)