Sunday, July 8, 2012

SIDRAP -- Awalnya becek dan kumuh. Begitulah kira-kira gambaran jalan lingkungan di Kelurahan Arateng, Kecamatan Tellu Limpoe, Sidrap, sebelum tersentuh Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) tahun 2012 ini.
Adalah TPK PNPM MPd Kelurahan Arateng yang berhasil menyulap jalan becek nan kumuh itu menjadi jalan lingkungan yang mulus. Melalui programnya tahun ini, TPK PNPM MPd Kelurahan Arateng sudah berhasil merubah wajah jalan lingkungan tersebut menjadi mulus dan kuat.
Salah seorang warga, Usman Jafar, menuturkan, dulu jalan tersebut sangat jorok. Jangankan untuk dilalui kendaraan roda dua atau roda empat, berjalan kaki pun warga sangat susah melewati jalan tersebut, terlebih sehabis hujan.
Namun kini tutur Usman, suasananya sudah berbeda 180 derajat. Jalan yang dulunya becek dan kumuh, kini sudah sangat mulus dan kuat setelah mendapat perhatian dari pemerintah melalui PNPM MPd.
Ketua TPK PNPM Kelurahan Arateng, Abd Mufid yang dihubungi terpisah, mengaku sangat senang dan bangga atas selesainya pembangunan jalan lingkungan tersebut. "Sebagai pelaku PNPM MPd, tentu tujuan kami hanya satu, yakni memberikan yang terbaik untuk warga dan desa," ujar Abd Mufid.
Dia mengatakan, proyek pemasangan paving blok yang sudah rampung dikerjakan sejak Juni lalu ini, menelan anggaran sekira Rp85 juta. Sesuai kontrak, ukuran jalan yang dikerjakan sepanjang 243 meter dengan lebar 4 meter.
Camat Tellu Limpoe, Muh Arsul mengatakan, indikator keberhasilan PNPM MP tidak hanya dilihat seberapa jauh keberhasilan pembangunan fisik material. Tapi lebih penting lagi keberhasilan membangun mental spiritual. "Contoh semangat kolektivitas yang telah tumbuh, dan partisipasi yang luar biasa telah membangkitkan semangat kolektif," ujarnya.
Ke depan, Arsul mengharapkan agar program PNPM MPd di wilayahnya ini bisa terus berlanjut. Ia juga mengharapkan agar TPK-TPK PNPM MPd yang lainnya di wilayah ini bisa menjadikan contoh TPK Kelurahan Arateng yang telah berhasil melaksanakan program kerjanya.(PENULIS : ABD MUFID)
SIDRAP -- Keberadaan tim pelatih masyarakat (TPM) dalam Ruang Belajar Masyarakat (Rubelmas), diharapkan mampu menjabarkan teknik-teknik penanganan masalah berbasis masyarakat.
Oleh karena itu, TPM, baik TPM kecamatan maupun kabupaten yang telah melalui proses pematangan melalui Rubelmas Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (RBM-PNPM-MP), diharapkan memiliki kapasitas mengelola pelatihan partisipatif penanganan masalah berbasis masyarakat.
Hal ini diungkapkan Fasilitator Kabupaten (Faskab) PNPM MPd Sidrap, Mardiana Momon SPd, disela-sela workshop penyusunan dan penatapan modul kegiatan pelatihan Ruberlmas tahun 2012, belum lama ini.
Dewasa ini kata Mardiana, TPM telah dibac-kup POKJA Rubelmas Kabupaten dalam rangkaian kegiatan lanjutan pengembangan RBM. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan TPM kecamatan mengenai pelatihan partisipatif terkait materi lokal serta terbentuknya Kader yang andal untuk tenaga peningkatan kapasitas masyarakat di level kecamatan dan desa.
Mardiana juga mengungkapkan bahwa tujuan penyusunan modul, agar TPM dapat menyusun modul lokal sesuai panduan nasional, modul nasional dan hasil kaji kebutuhan lapangan. Kemudian TPM dapat melaksanakan praktek belajar menyusun modul praktis dengan melibatkan peserta workshop penyusunan modul lokal.
"Kalau di Sidrap ini, penyusunan modul melibatkan utusan-utusan/wakil 10 kecamatan yang ada di Sidrap meliputi, unsur FK, BKAD,UPK,Setrawan,BP-UPK,TM,PL,TPM," ujar Mardiana.
Adapun yang perlu diperhatikan dalam penyusunan modul adalah, uraian modul meliputi tujuan , peserta pemandu/pelatih, Hasil yang diharapkan , dan Materi pelatihan.
Alur pelatihan mencakup peningkatan aspek pengetahuan, keterampilan dan perubahan sikap. Matriks Kurikulum mencakup pokok bahasan, subpokok bahasan, tujuan pembelajaran, metode/media, ringkasan langkah fasilitasi, rujukan bahan bacaan. (**)

Friday, June 29, 2012


SIDRAP -- Kelompok Kerja Ruang Belajar Masyarakat (Rubelmas) Sidrap ikut merasionalisasi kegiatan tahun 2012. Alasannya, anggaran yang dialokasikan pusat untuk menunjang kegiatan Pokja Rubelmas Sidrap hanya mencapai Rp120 juta.

Berbeda tahun lalu, anggaran yang dikucurkan untuk melaksanakan program penguatan Pokja Rubelmas Sidrap mencapai Rp300 juta. Hal ini terungkap di workshop sosialisasi perencanaan dan penetapan kegiatan di Aula Kantor SKB Pangkajen, Sabtu, 28 April.

Workshop I dan II Pokja Rubelmas Sidrap yang dihadiri Fasilitator Kabupaten, Fasilitator Kecamatan, BKAD, UPK, BP-UPK, TM, TPM, PL dan Setrawan dari 10 kecamatan di Sidrap ini, juga menyepakati melebur dua divisi serta mengganti posisi sekretaris dalam kepengurusan Pokja Rubelmas Sidrap tahun 2012 ini.

Dua divisi yang mengalami penciutan yakni, divisi pemberdayaan gender serta divisi TPM, sementara empat divisi lainnya yakni divisi pengembangan SDM, divisi pengawasan (CBM), divisi hukum/advokasi serta divisi media tetap dipertahankan. Sedangkan posisi sekretaris kini diambilalih Drs Haryono.

Fasilitator Kabupaten PNPM MP Sidrap, Mardiana Momon SPd di acara ini mengatakan, peleburan dua divisi dalam komposisi Pokja Rubelmas Sidrap tersebut merupakan konsekuensi atas keterbatasan anggaran serta pertimbangan efektifitas kegiatan yang akan dilaksanakan tahun ini.

Berdasarkan petunjuk teknis (Juknis) kata Mardiana, reposisi pengurus dan rasionalisasi program kerja memungkinkan dilaksanakan berdasarkan kondisi ketersediaan anggaran yang ada. "Mengingat alokasinya turun sekitar 60 persen lebih, maka tidak apa-apa kegiatan dikurangi," ungkap Mardiana.(**)
SIDRAP -- Forum Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) Kecamatan Watang Pulu, Sidrap dinobatkan sebagai salah satu BKAD terbaik di Sulsel.

Dengan demikian, BKAD Watang Pulu, Sidrap ini dipersiapkan mewakili Sulsel dalam ajang penilai BKAD tingkat nasional. Hal ini dilontarkan Faskeu PNPM MPd Sidrap, Muh Taufik Abbas, Kamis, kemarin.

Taufik mengatakan, pihaknya sudah mendapat bocoran bahwa BKAD Kecamatan Watang Pulu yang ditunjuk mewakili Sidrap dalam ajang penilaian BKAD se Sulsel baru-baru ini, berhasil memperoleh poin maksimal.

Olehnya kata Taufik, BKAD Sidrap dalam waktu dekat ini berpotensi ditunjuk oleh propinsi mewakili Sulsel dalam ajang penilaian BKAD tingkat nasional, ujar Taufik Abbas.

Terpisah, Ketua Forum BKAD Kecamatan Watang Pulu Mustakim mengaku sudah mendengar informasi tersebut. Namun belum memperoleh kejelasan pasti tetapi Mustakim menyatakan BKAD Watang Pulu siap mengikuti lanjutan penilaian tersebut bila dipercaya. (edy)
Suasana kegiatan workshop penyusunan dan penetapan modul pelatihan Rubelmas Sidrap tahun 2012 yang berlangsung di Wisma Tri Murti Pangkajene, Selasa, 26 Juni. 

SIDRAP -- Dalam rangka optimalisasi pelaksanaan kegiatan Kelompok Kerja Ruang Belajar Masyarakat (Pokja Rubelmas) Sidrap tahun 2012, Pokja Rubelmas Sidrap melaksanakan workshop penyusunan dan penetapan modul pelatihan. Kegiatan yang berlangsung di Aula Pertemuan Wisma Tri Murti Pangkajene, Selasa, 26 Juni ini, diikuti puluhan peserta dari unsur Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), Tim Pelatih Masyarakat (TPM), Pokja Rubelmas serta unsur PNPM MPd dari 10 kecamatan. Kepala Dinas BPMPD), Awaluddin Ramli SIp MSi yang diwakili Penanggung Jawab Operasional kabupaten (PJOk) PNPM MPd Sidrap, Kurniati Tahir S STP MSi dalam arahannya menyampaikan pesan agar dapat mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan Rubelmas tahun ini. "Kepala Dinas BPMPD berpesan agar kegiatan Rubelmas Sidrap maupun PNPM MPd tahun ini dapat dioptimalkan sehingga bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Sidrap," ujar Kurniati. Masih menurut Kurniati, Pemkab Sidrap dalam hal ini Dinas BPMPD Sidrap sangat mendukung program PNPM MPd di Sidrap. "Oleh karena itu, beliau, maksudnya saya bapak Awaluddin berjanji untuk terus memperhatikan dan berupaya menambah anggaran tahun depan," ungkapnya. Fasilitator Kabupaten (Faskab), Mardiana Momon yang mewakili PNPM MPd Sidrap mengatakan, pihaknya akan berupaya menjalankan program-program PNPM MPd dan Pokja Rubelmas Sidrap sebagaimana yang diharapkan. (Muh Yusuf Ali)
SIDRAP -- Enam kecamatan di Sidrap mengutus perwakilannya mengikuti pelatihan  Kader Teknis Desa (KTD) dan Pendamping Lokal (PL) yang diselenggarakan PNPM MPd Sidrap di Aula Panti Asuhan Sejati, Rappang, kecamatan Panca Rijang, Sidrap, belum lama ini.
Pelatihan yang diharapkan bisa menambah ilmi KTD dan PL khususnya dalam membuat dan mendesain Rencana Anggaran Biaya (RAB) sendiri ini, diikuti enam utusan PNPM MPd kecamatan, diantaranya  Watangpulu, Watang Sidenreng, Tellu LimpoE, Baranti, Panca Rijang dan Kulo.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Sidrap. Di acara ini, panitia penyelenggara juga mendaulat Kepala Dinas  BPMPD Sidrap untuk membawakan materi. (*)

Saturday, March 24, 2012

-BIAYAI DUA UNIT PEMBANGUNAN SUMUR GALI
-SIAP ANGGARKAN BANTUAN PERAHU DAN ALAT TANGKAP IKAN

SIDRAP -- Untuk kesekian kalinya, pengelola Program Nasional
Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) Sidrap memberikan
bantuan kepada para korban angin puting beliung di Kelurahan Wettee,
Kecamatan Tellu Limpoe.

Setelah mengucurkan bantuan sembako beberapa waktu lalu, kini
pengelola PNPM MPd Sidrap kembali mengucurkan bantuan dana untuk
pembangunan dua unit pompa air.

Tidak sebatas itu, pengelola PNPM MPd Sidrap, juga menjanjikan para
korban bantuan perahu sebanyak 60 unit. Penegasan ini dilontarkan
Ketua Forum Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) PNPM MPd Sidrap, Haji
Mustakim, Ahad, 25 Maret, kemarin.

Untuk bantuan pembangunan dua unit pompa air  ini, diserahkan Kepala
Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Sidrap Haji Andi Manni Cunde
langsung kepada perwakilan korban, disaksikan Lurah Wettee Muhammad
Ridwan dan Ketua BKAD Sidrap, Haji Mustakim dan tokoh masyarakat
setempat.

Terkait rencana bantuan 60 unit perahu itu, PNPM MPd Sidrap, ujar Haji
Mustakim baru akan berkoordinasi dengan unsur Fasilitator Kabupaten
(Faskab). Kendati demikian, Ia optimis hal tersebut sudah bisa
dianggarkan pada proses perencanaan kegiatan, selanjutnya.

"Saya kira bisa, soalnya untuk program tahun ini semuanya sudah
terencana dan sisa direalisasikan. Makanya untuk bantuan ini
kemungkinan baru bisa dimasukkan anggarannya kembali pada proses
perencanaan kegiatan selanjutnya, kalau perlu diprioritaskan," ujar
Haji Mustakim.

Ditambahkannya, untuk kebutuhan-kebutuhan mendesak para korban, BKAD
PNPM MPd Sidrap juga sudah meminta Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM
MPd Kecamatan panca Lautang agar bisa menyalurkan bantuan para korban
melalui program Simpan Pinjam Perempuan (SPP).

Hanya saja kata Haji Mustakim, disini, para korban bencana harus
membentuk beberapa kelompok SPP untuk bisa mendapatkan bantuan
masing-masing Rp3 juta perorang. "Apalagi memang terdata ada 6
kelompok disana yang terimbas bencana tersebut," ungkapnya. (edy)

Thursday, March 1, 2012

Usulan Sesuai Kebutuhan, Bukan Atas Keinginan

Kecamatan Baranti, Sidrap, sukses menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), 20 Februari, lalu. Pemerintah, DPRD dan Masyarakat sepakati sejumlah usulan prioritas.

EDY BASRI Sidrap

SUASANA pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) kecamatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Baranti, Sidrap 20 Februari, lalu, berlangsung hikmad dan penuh kekeluargaan.

Musyawarah tahunan ini benar-benar dijadikan sebagai ajang penyampaian aspirasi pembangunan dengan melibatkan berbagai unsur di wilayah ini. Tak ayal, sejumlah usulan prioritas yang dilahirkan dipastikan ter-cover dengan baik.

Camat Baranti Ahmad Yasin disela-sela acara musrenbang kecamatan tersebut, mengatakan, pelaksanaan musrenbang kecamatan tersebut sengaja dirancang khusus penuh kekeluargaan dengan mengajak seluruh komponen masyarakat terlibat didalamnya.

Ahmad Yasin mengatakan, melalui musrenbang Kecamatan Baranti ini, dirinya mengaharapkan agar seluruh usulan yang lahir dari masyarakat, benar-benar menjadi kebutuhan masyarakat, bukan atas dasar keinginan semata.

Ia juga mengharapkan, melalui ajang musrenbang ini, seluruh program atau rencana pembangunan benar-benar sudah terintegrasi dengan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPNM), maksudnya, agar kegiatan pembangunan ke depan tidak lagi tumpang tindih.

Dibagian lain, Sekretaris Camat (Sekcam) Baranti, Muhammad Syukri, mengatakan, musrenbang kecamatan terintegrasi yang digelar tahun ini, adalah bagian penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD). Pendekatannya, pertasipatif dan buttom-up (dari bawah ke atas).

Syukri yang juga Sekretaris Ruang Belajar Masyarakat (Rubelmas) PNPM MPd Sidrap ini menambahkan, di ajang ini masyarakat diberi kesempatan untuk menyampaikan usulan. "Tentu saja usulan yang dimaksud, sesuai kebutuhan riil. Bukan sebatas keinginan saja," ungkapnya.

Akan halnya dengan pelaksanaan musrenbang kecamatan lainnya yang ada di Sidrap. Kegiatan ini turut dihadiri tim musrenbang kabupaten, meliputi sejumlah SKPD lingkup Pemkab Sidrap dan beberapa anggota DPRD Sidrap.

Anggota DPRD Sidrap H Zainuddin menuturkan bahwa musrenbang kecamatan bukanlah semata-mata menyepakati masalah yang terjadi di Baranti. Namun, untuk mendapati masalah yang benar-benar prioritas. Terhadap hal itu, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar rencana pembangunan menjadi optimal dan tepat sasaran. (**)

Wednesday, February 29, 2012

Usul Program Riil, Berharap Direalisasikan 2013

Ajang Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan tahun 2012 ini dimanfaatkan warga menyampaikan aspirasinya. Warga Berharap, usulan yang lahir bisa direalisasikan tahun berikutnya.

EDY BASRI Sidrap
Berbeda halnya dengan pelaksanaan ajang penyampaian aspirasi warga di kecamatan lainnya, di acara musrenbang tingkat Kecamatan Pitu Riase yang berlangsung di Barukku, 23 Februari, lalu, warga hanya sepakat mengusulkan beberapa program pembangunan.

Tidak banyaknya aspirasi yang muncul dan disepakati dalam acara musrenbang di Kecamatan Pitu Riase ini, dengan amsumsi bahwa, semakin banyak program yang diusul, maka semakin sedikit kemungkinan aspirasi itu bisa direalisasikan.

Terlebih, warga di Kecamatan pitu Riase ini sepertinya paham betul situasi keuangan daerah saat ini. "Karena kami paham ketersediaan anggaran kita saat ini, makanya kami hanya menyepakati beberapa program usulan untuk ditindaklanjuti pada musrenbang kabupaten," ungkap Nawir, salah seorang peserta Musrenbang.

Camat Pitu Riase, Andi Pawellangi saat memimpin rapat musrenbang tingkat kecamatan tahun 2012 di wilayahnya ini, mengungkapkan, pelaksanaan musrenbang kali ini berbeda dengan musrenbang tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini kata dia, ada dua aspirasi yang coba diserap yakni program reguler dan program partisipatif PNPM.

Di dalam musrenbang ini kata dia, pemerintah kecamatan maupun kabupaten melalui masing-masing utusan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), senantiasa akan menyatupadukan setiap usulan yang lahir dari warga. Maksudnya, agar program yang direncanakan tidak tumpang tindih saat akan dikerjakan.

Dibagian lain, Fasilitator Teknik (Fastek) Kabupaten PNPM MPd Sidrap Ir Abd Rauf, mengatakan, pihaknya akan berupaya memparalelkan seluruh program usulan masyarakat dengan kegiatan reguler yang telah direncanakan oleh pemerintah.

Dengan begitu kata Rauf, program yang lahir dan yang akan dikerjakan nantinya, sudah tidak lagi tumpang tindih. Sebelumnya kata Rauf, kegiatan pembangunan di tingkat wilayah berlangsung secara sendiri-sendiri. "Maksud saya PNPM selama ini hanya berpedoman pada aspirasi yang lahir dari partisipasi PNPM," ungkapnya.

Akan halnya dengan acara musrenbang tingkat kecamatan lainnya, pelaksanaan musrenbang di Barukku ini turut dihadiri Camat Pitu Riase, Unsur Muspika, Utusan sejumlah SKPD lingkup Pemkab Sidrap, Fastekab PNPM MPd Sidrap, Pengelola PNPM Kecamatan serta tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta utusan warga lainnya.(*)

Tuesday, February 28, 2012

Warga Minta Poros Talumae-Damai di Aspal

Rabu, 22 Februari, silam, pemerintah dan masyarakat se-Kecamatan Watang Sidenreng, Sidrap, menggelar acara musrenbang. Salah satu permintaan warga setempat yakni perlunya jalan poros Talumae-Damai di aspal.

EDY BASRI Sidrap

Tahun 2013 mendatang, adalah tahun penantian bagi warga Kecamatan Watang Sidenreng, Warga disini, sangat berharap agar pemerintah dan atau pengelola PNPM segera mewujudkan mimpinya untuk mengaspal jalan poros Damai-Talumae yang ada di wilayah itu.

Sangkin antuasiasnya mengusulkan program pembangunan tersebut, warga seolah tak mau tahu apakah usulan tersebut diplot ke dalam pembiayaan APBD, ataukah masuk ke dalam perencanaan partisifatif PNPM.

Intinya, tahun 2013 mendatang, warga mengharapkan agar keinginannya tersebut bisa direalisasikan atau diwujudkan. Menurut warga peserta musrenbang, panjang jalan poros tersebut hanya berkisar 5000 meter dan terletak di Dusun I dan II Desa Talumae.

Selain itu, warga juga ikut mengusulkan tujuh program pembangunan fisik lainnya, antara lain, pembangunan pagar Kantor Kelurahan, Jembatan penyeberangan masing-masing di Kanyuara. Lainnya, juga diusulkan kegiatan rehab hotmix dan talud sepanjang 8 kilometer di Jalan Poros Empagae-Rappang dan lainnya.

Demikian halnya di bidang ekonomi, sosial dan budaya, warga di Kecamatan Watang Sidenreng ini sepakat mengusulkan adanya bantuan modal usaha, khususnya warga di Kanyuara, Penambahan jalan tani di Kelurahan Sidenreng serta Bantuan sarana-prasarana TPA Masjid Adam Malik, penimbunan dan pemasangan pagar Pustu di Waladeceng dan lainnya.

Warga berharap, agar pelaksanaan musrenbang 2012 yang dilaksanakan baru-baru tersebut, benar-benar menjadi acuan dan inspirasi pemerintah dalam merubah wajah Kecamatan Watang Sidenreng kelak. "Semua usulan yang ada sudah inklud, tinggal bagaimana direalisasikan," ujar Nur Asking, salah seorang wakil peserta musrenbang.

Sementara itu, Camat Watang Sidenreng Drs A Syarifuddin didampingi tim pengendali dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sidrap Drs Mustari Kadir, mengatakan, kegiatan musrenbang kecamatan ini adalah forum musyawarah tahunan para pemangku kepentingan di tingkat kelurahan/desa untuk mendapatkan masukan.

Terutama kata dia masukan mengenai kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan Watang Sidenreng yang didasarkan pada masukan dari desa/kelurahan, serta menyepakati rencana kegiatan lintas desa/kelurahan di kecamatan ini.

Masukan itu kata A Syarifuddin, sekaligus sebagai dasar penyusunan Rencana Pembangunan Kecamatan yang akan diajukan kepada SKPD yang berwenang sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten pada tahun berikutnya.

"Hasil Musrenbang Kecamatan ini nantinya akan dijadikan sebagai bahan masukan bagi Forum SKPD serta Musrenbang tingkat Kabupaten yang nantinya akan dituangkan dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2013 yang selanjutnya dijadikan sebagai acuan dalam penyusunan RAPBD Kabupaten Sidrap Tahun 2013," katanya.

Tampak hadir diacara ini antara lain, Camat Watang Sidenreng, A Syarifuddin sekaligus bertindak selaku pimpinan rapat, Abd Hamka selaku notulen dan narasumber masing-masing Ir Samuel (Distanbun), La Made Daud (Pemdes), A Baharuddin (BKPP), Hj Rohani (Dishuttamben) serta Ir Anwar (Dinas Bina Marga).

Tak ketinggalan unsur PNPM-MPd Sidrap, meliputi unsur Fasilitator Kabupaten (Faskab), Fasilitator Kecamatan (FK) Watang Sidenreng, I Masse dan PJOK Kecamatan Watang Sidenreng, Abd Hamka BSc serta sejumlah pengelola dan perangkat PNPM MPd Sidrap dan kecamatan Watang Sidenreng lainnya. (edy)

Monday, February 27, 2012

Mayoritas Warga Usulkan Pembangunan Jalan Tani
Kamis, 23 Februari, pekan lalu. Pemerintah dan masyarakat Dua Pitue sukses menggelar musrenbang kecamatan. Sedikitnya 19 usulan yang terserap dan menjadi prioritas tahun ini. 
Oleh  : ABD HALIK SE (FKP PNPM-MPd Kecamatan Dua Pitue*)

PEMERINTAH dan masyarakat Kecamatan Dua Pitue kembali duduk bersama membahas program/rencana pembangunan satu tahun ke depan.

Dalam musrenbang reguler-integrasi tahun 2012 ini, pemerintah-warga sepakat menelorkan sedikirnya 19 program prioritas untuk dikerjakan tahun depan.

Adapun usulan warga tersebut antara lain, pembangunan jalan tani, peningkatan jalan dan pavin blok. Dua usulan prioritas ini disuarakan warga dari Kelurahan Tanru Tedong serta masyarakat Desa Kalosi.

Akan halnya warga dari Desa Kalosi Alau, juga mengusulkan pembangunan jalan tani. Sementara warga di Desa Padangloang Alau mengusulkan pembangunan drainase, serta Desa Kampale dengan merencanakan pembangunan talud dan timbunan.

Berbeda halnya dengan warga yang ada di Desa Salobukkang, warga disini justru memimpikan adanya proyek perintisan dan atau peningkatan jalan mulai tahun 2013 nanti.

Nyaris sama dengan keinginan warga di Desa Tacimpo. Dalam rembuk  aspirasi tersebut, warga asal Tacimpo ini juga memimpikan adanya kegiatan perintisan jalan tani yang dibangun di wilayah itu.

Sedangkan warga asal Desa Bila mengharapkan pembangunan talud dan timbunan. Sementara warga dari Desa Padang Loang mendambakan pembangunan Paud.

Akan halanya dengan warga di Kelurahan Tanru Tedong, warga Kelurahan Salomallori juga mengusulkan adanya pembangunan jalan tani. Sedang Kampale hanya mengusulkan pelatihan jahit-menjahit.

Tidak jauh berbeda dengan aspirasi tadi, warga asal desa Padang Loang tahun ini ikut mengusulkan perintisan jalan, demikian halnya dengan Desa Bila dan Tacimpo ikut mengusulkan pelatihan jahit-menjahit.

Usulan unik justru disuarakan warga asal Desa Salobukkang. Perwakilan warga Salobukkang ini justru ingin agar tahun depan dibuatkan acara pelatihan pembuatan keripik pisang.

Sementara tiga usulan lainnya yakni dari Padangloang, Kalosi dan Tanru Tedong mengusulkan masing-masing pelatihan menjahit dan kegiatan pembangunan talud.

Camat Dua Pitue Andi Bachtiar didampingi faskab PNPM MP Sidrap Mardiana Momon, mengatakan, seluruh usulan prioritas dari warga tersebut telah melalui proses pembahasan dan pengkajian yang matang.

Keduanya juga mengakui bahwa usulan-usulan warga tersebut, baik melalui program reguler maupun PNPM telah diparalelkan dengan baik sehingga tidak ada lagi tumpang tindih saat pelaksanaannya.

Acara ini turut dihadiri tim musrenbang kabupaten yang diketuai Andi Faisal Ranggong, FKP PNPM-MPd Kecamatan Dua Pitue, Abd Halik SE.

Tak ketinggalan PJOKec, BKAD, Tim verifikasi, FT, UPK, PL serta para Kepala desa/lurah dan unsur delegasi masing-masing desa/kelurahan. (*)
Kades dan Lurah Diminta Selektif Serap Aspirasi Warga 
Akan halnya dengan wilayah lainnya, Kecamatan Panca Rijang, Sidrap, juga melaksanakan musrenbang reguler-integrasi 2012. Diacara ini, muncul beragam aspirasi warga.
 

SIDRAP -- Beberapa waktu lalu, pemerintah dan masyarakat di Kecamatan Panca Rijang, Sidrap menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Suasana pelaksanaan musrenbang yang berlangsung di Aula Kantor Camat Panca Rijang ini, tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan musrenbang di kecamatan lainnya.

Satu-satunya yang berbeda, yakni adanya penekanan dari Camat Panca Rijang, Anwar Lambogo yang meminta para kades/lurah cermat menganalisa setiap aspirasi yang disampaikan warga saat rembug desa/kelurahan.

Camat Anwar meminta agar desa/lurah tanggap menyikapi sejumlah aspirasi warga yang belum tertampung di ajang musrenbang tingkat kecamatan yang berlangsung tahun ini.
 
“Kami mengharapkan desa/lurah benar-benar selektif dalam memilah-milah aspirasi masyarakat yang bermanfaat untuk kepentingan orang banyak, agar bisa ditampung dan diusulkan pada musrenbang tingkat kabupaten," ungkapnya.

Camat Panca Rijang ini menambahkan, sesuai UU No.25/2004 tentang sistem perencanaan pembangunan, maka perencanaan harus dilaksanakan mulai dari bawah ke atas.

Untuk itu pinta Anwar Lambogo, perencanaan pembangunan yang dibahas dalam musrenbang ini dapat menghasilkan pembangunan yang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Anwar Lambogo juga menambahkan, bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah ini, maka diharapkan agar program usulan yang lahir benar-benar untuk kepetingan masyarakat secara keselurahan.

Dalam arahannya, Anwar juga menyinggung agar di ajang musrenbang ini ada perwakilan warga yang mengusulkan adanya peltihan kewirausahaan.

Mengapa, karena saat ini di Sidrap, khususnya di Panca Rijang kalangan pelaku usaha kecil atau pedagang campuran sudah mulai tergeser oleh adanya rencana sejumlah investor yang akan masuk membuka swalayan.

Nah, salah satu solusinya kata Anwar, penguha lokal di Rappang ini harus diberi perhatian, terutama dalam meningkatkan pengetahuan manajerial dalam mengelola usaha tersebut melalui pelatihan kewirausahaan, katanya.

Sementara itu, fasilitator kabupaten (Faskab) PNPM-MPd Sidrap, Mardiana Momon, menegaskan,  di tahun 2012 ini PNPM MPd Sidrap mengalami pembaharuan dalam melaksanakan visi-misinya.

Maksudnya, sebab mulai tahun ini PNPM MPd Sidrap sudah akan melakukan pengintegrasian bersama pemerintah melalui program regulernya.

Pengintegrasian di PNPM ini kata dia bertujuan untuk menyatupadukan sistem perencanaan oleh SKPD, aspirasi yang masuk melalui DPRD serta aspirasi yang muncul dari proses partisifatif yang dilakukan PNPM MPd.

Mardiana, mengatakan, untuk tahun ini, Kabupaten Sidrap mendapatkan alokasi anggaran PNPM-MPd sebesar Rp 9.250 miliar untuk 10 kecamatan yang ada di Sidrap.

Tiga kecamatan kata Mardiana mendapatkan masing-masing alokasi dana terbanyak sebesar Rp1,1 miliar, salah satu diantaranya adalah warga di Kecamatan Panca Rijang, Sidrap ini.

Musrenbang Kecamatan Panca Rijang ini diikuti perwakilan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemkab Sidrap, Unsur PNPM-MPd Sidrap dan kecamatan Panca Rijang serta para Kades, lurah dan tokoh masyarakat.

Keterlibatan unsur SKPD, lurah, kades dan pengelola PNPM-MPd dalam musrenbang ini kata dia, tak lain untuk memparalelkan (Integrasi) seluruh program yang ada, baik yang akan didanai APBD maupun APBN yang dikelola PNPM. (*)

Thursday, February 23, 2012

MUSRENBANG KECAMATAN PITURIAWA


SIDRAP -- Lain orang, lain pula keinginannya. Setelah cukup lama terpendam, warga Pituriawa akhirnya mencurahkan hasratnya untuk membangun tempat wisata permandian. 


Hasrat ini disampaikan warga Pituriawa saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang berlangsung Rabu, 22 Februari, lalu.

Diluar usulan prioritas fisik atau prasarana publik lainnya, warga tampak antusias mengusulkan perlunya mendirikan tempat wisata permandian di wilayah ini.

Belum adanya tempat wisata permandian yang tersedia, ditambah ketersediaan Sumber Daya Alam (SDA), menjadi alasan warga mengusulkan hal ini.

"Disini sangat memungkinkan untuk dibangun tempat wisata permandian, lokasinya sangat banyak dan cukup menjanjikan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD)," ujar salah seorang peserta musrenbang.

Diluar usulan pembangunan tempat wisata permandian ini, warga juga ikut mengusulkan sejumlah program fisik/prasarana, ekonomi dan sosial budaya lainnya.

Diusulan prioritas desa/kelurahan bidang budaya misalnya, warga mengusulkan pembangunan pagar di SMP 6 Dua Pitue, Pengadaan mobiler di SDN 4 Lancirang serta Penambahan Pustu di Lanciran.



Untuk bidang ekonomi, warga meminta agar dibangun saluran tersier Bendungan di Awerrangnge, Pembangunan Jitut di Ana'bannae serta Perintisan jalan usaha tani di Lasiwala-Ajubissue sepanjang 4 ribu meter.

Sedangkan yang menjadi usulan prioritas kecamatan adalah pembangunan pagar UPTD Diknas serta Kantor Camat Pituriawa. Pembinaan penangkar benih, Pembangunan penggilangan nilam sebanyak 4 unit di Pituriawa.

Demikian halnya dengan pengadaan bibit rambutan dan durian sebanyak 6 ribu pohon di Betao Riase menjadi salah satu item usulan warga yang diplot kedalam daftar usulan kecamatan.

Dibagian lain, warga ikut mengusulkan pembangunan aspal jalan sepanjang 3 kilometer antara Desa Lasiwala-Desa Ana'bannae, Pemasangan beronjong di Desa Kalempang serta Pembangunan Jembatan di Desa Otting.

Tiga usulan pembangunan ini ditempatkan warga kedalam daftar usulan prioritas kecamatan bidang fisik atau prasarana. Diluar usulan ini, warga juga meminta agar Kantor Camat Pituriawa dipasangi Paving blok.

Pengkerikilan jalan, Pembangunan talud, Pembangunan 3 buah Jembatan penghubung di Desa Betao-Desa Kalempang serta Pengkerikilan Jalan di Desa Dongi sepanjang 4 kilometer.

Camat Pitu Riawa Andi Baharuddin, mengatakan, daftar usulan tersebut menjadi kesemapakatan dalam musrenbang yang dilaksanakan, Rabu 22 Februari, silam.

"Semuanya sudah kita integrasikan dengan pengelola PNPM-MP, mudah-mudahan semua usulan warga tersebut, nantinya bisa terwujud untuk kesejahteraan warga," ungkapnya.

PNPM-MP Sidrap yang diwakili faskeu, Taufik Abbas disela-sela acara itu mengungkapkan, usulan program, baik reguler maupun yang lahir dari aspirasi warga melalui PNPM sangat perlu diintegrasikan atau diparalelkan.

"Mengapa ini penting, karena tidak menutup kemungkinan usulan yang lahir dari warga tersebut sudah dikerjakan melalui APBD atau PNPM. Begitupun sebaliknya, kita tidak ingin usulan-usulan tersebut tumpang tindih," ungkap Taufik.

Seperti biasanya, musrenbang di Kecamatan Pituriawa ini dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama dan adat, tokoh pemuda, unsur PNPM MP Kecamatan Pituriawa serta utusan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. (edy)

Wednesday, February 22, 2012

Lahan Pekuburan di Labempa Diusul Untuk Dibebaskan
 
SIDRAP -- Pada hari Selasa, 21 Februari, lalu, bertempat di Kantor Camat Panca Lautang, Sidrap, dilaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan.

Acara yang bersamaan pelaksanaannya dengan musrenbang di Kecamatan Tellu Limpoe dan Watang Pulu ini, dipimpin langsung Camat Panca Lautang, Drs H Muh Amin dan kalangan staf kecamatan.

Dan, sebagaimana dengan pelaksanaan musrenbang di kecamatan lainnya, musrenbang Kecamatan Panca Lautang ini turut dihadiri utusan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemkab Sidrap dan tokoh masyarakat, tokoh agama serta tokoh pemuda setempat.

Camat Panca Lautang, Muh Amin, menuturkan, bahwa musrenbang Kecamatan Panca Lautang tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena merupakan integrasi antara musrenbang reguler dan musyawarah antar desa (MAD) prioritas PNPM MP Sidrap.

Dalam kesempatan tersebut Camat Panca Lautang juga menyampaikan bahwa musrenbang kecamatan merupakan tindaklanjut musrenbang tingkat desa/kelurahan yang telah rampung digelar beberapa waktu lalu.

Dalam arahannya ini, Muh Amin juga tak lupa mengingatkan agar para delegasi yang akan mewakili Kecamatan Panca Lautang dalam musrenbang tingkat kabupaten nantinya agar dapat memperjuangkan kepentingan masyarakat Panca Lautang secara keseluruhan.

Adapun usulan prirotas warga desa/kelurahan yang disepakati antara lain, pelatihan jahit-menjahit yang tersebar di Panca Lautang, Perintisan Jalan Tani di Desa Bapangi dan Desa Wanio Timoreng, Perbaikan saluran tersier yang tersebar di Panca Lautang.

Usulan lainnya dibidang sosial budaya yakni, rehabilitasi  gedung masyarakat di Bilokka, Pembesan tanah kuburan di Labempa serta rehab gedung Taman Kanak-Kanak (TK) Darma Wanita di Bilokka serta Pembangunan Pagar Puskesmas Bilokka. Kedua usulan ini selanjutnya diplot masuk ke prioritas usulan kecamatan.

Fasilitator Keuangan (Faskeu) PNPM-MP Sidrap, Muh Taufik Abbas yang aktif memonitoring kegiatan musrenbang reguler-integrasi tahun 2012 di Sidrap ini, mengharapkan, agar seluruh usulan yang telah disepakati tersebut benar-benar sudah melalui pengkajian yang matang agar dalam pelaksanaannya nanti tidak terjadi tumpang tindih. (edy)

Tuesday, February 21, 2012

Korban Kebakaran dan Warga Miskin Terima Bantuan

SIDRAP -- Pengelola PNPM-MP Kecamatan Tellu Limpoe, Sidrap berbagi dengan kalangan warga miskin di wilayah ini.

Melalui dana surplus 5 persen yang diperoleh unit pengelola kegiatan (UPK) dari hasil pengeloaan dana simpan pinjam perempuan (SPP), PNPM-MP Tellu Limpoe memberikan bantuan kepada warga miskin dan korban kebakaran.

Bantuan dalam bentuk uang tunai dan natura berupa kompor gas, diberikan kepada masing-masing korban kebakaran warga asal Kelurahan Pajalele serta penyandang cacat.

Warga korban kebakaran yang mendapat berkah dari dana surplus UPK PNPM-MP Kecamatan Tellu Limpoe ini masing-masing Abd Hamid, M.Yusuf, Hj Hasnah, Hj Diana. Sedangkan dari kalangan penyandang cacat diberikan kepada La Munta warga asal Kelurahan Baula.

Sedangkan dari kalangan warga miskin yakni Tina, Wa' Sitti, Mardiana, I Satong, Mardia Comi, Suriani Cakku, La Bengnga Lija dan Hajar Aswad . Warga ini berasal dari berbagai desa/kelurahan di Kecamatan Tellu Limpoe.

Adapun bantuan uang tunai dan kompor gas kepada warga korban kebakaran dan penyandang cacat ini, diserahkan langsung oleh Camat Tellu Limpoe, Muh Arsul SIP, Danramil, Laode Umi serta Kapolsek, AKP P. Angga.

Penyerahan bantuan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Tellu Limpoe ini, ikut disaksikan fasilitator kabupaten (Faskab) PNPM-MP Sidrap, Mardiana Momon SPd, PJOK, Hj Sumiati, Ketua, Sekretaris dan Bendahara UPK, Basri, Hendra dan Nadira serta Ketua forum BKAD, Muh Akib Ali.

Camat Tellu Limpoe Muh Arsul, menyambut baik pemberian bantuan yang dilakukan oleh UPK PNPM MP Tellu Limpoe tersebut. Arsul berharap, bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi penerima dalam meringankan beban penderitaannya.

"Saya sangat terharu dengan apa yang saya saksikan barusan. Bagaimanapun hal ini sangat penting dilakukan dalam membantu sesama. Saya percaya, apa yang dilakukan teman-teman di UPK PNPM MP Tellu Limpoe ini akan menjadi berkah tersendiri bagi warga miskin," ungkap Arsul.

Sementara itu, ketua UPK PNPM-MP Tellu Limpoe, Basri, mengungkapkan, besaran dana surplus 5 persen yang diperoleh dari hasil pengelolaan dana bergulir SPP sebesar Rp6 juta lebih. Dana inilah yang kemudian disalurkan kepada warga miskin, katanya. (edy)