Friday, September 9, 2011


SIDRAP -- Ditengah derasnya pujian atas keberhasilan pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM MP) di Sidrap, muncul desakan perlunya evaluasi kinerja pengurus PNPM MP kecamatan, khususnya pada Unit Pengelola Keuangan (UPK).

Ini dilontarkan Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Sidrap, Mustakim Halede, Jumat, 9 September, kemarin. Menurutnya, ada indikasi sejumlah pengurus PNPM kecamatan, utamanya yang bersinggungan langsung dengan keuangan tidak bisa bekerja optimal, sehingga terjadi kredit macet pada Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) dan Usaha ekonomi produktif (UEP).

Mustakim memperkirakan, dana bergulir SPP/UEP yang mengendap di kecamatan saat ini jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah. Pertanyaannya kata dia, apakah kredit macet pengembalian SPP/UEP itu memang karena danaya benar-benar mengendap di tangan kelompok masyarakat, atau justru sengaja disalahgunakan.

Fasilator keuangan (Faskeu) PNPM MP Sidrap, Taufik Abbas yang dikonfirmasi terpisah, membenarkan adanya tunggakan dana SPP/UEP di sejumlah kecamatan di Sidrap tersebut. Menurutnya, total tunggakan dana SPP/UEP pertanggal 25 Agustus 2011 mencapai Rp125 juta lebih. Terbanyak kata Taufik di Tellu Limpoe dengan jumlah tunggakan sebesar Rp23 juta lebih, menyusul Watang Sidenreng Rp21 juta lebih dan Pitu Riawa sebesar Rp11 juta lebih.

Taufik juga menanggapi positif perlunya evaluasi kinerja pengurus PNPM MP di tingkat kecamatan. Utamanya pengurus yang bersinggungan langsung dengan pengelolaan keuangan. "Saya setuju dengan usulan evaluasi kinerja pengurus itu guna mendeteksi dimana sebenarnya kendalanya," kata Taufik.

Taufik kembali menyinggung bahwa PNPM MP Sidrap hingga kini membina sedikitnya 652 kelompok. 652 kelompok SPP/UEP itu ketusnya tersebar di 10 kecamatan yang ada di Sidrap minus Maritengngae. Dikatakan pula, awalnya PNPM MP Sidrap hanya meluncurkan dana SPP/UEP sebanyak Rp2 miliar lebih sekira 2009 lalu dan hingga kini saldo SPP/UEP berdasarkan laporan terakhir sudah menembus angka Rp8 miliar lebih.

Dari indikator itu kata Taufik, dapat disimpulkan bahwa program dana bergulir kelompok masyarakat yang digulirkan PNPM MP Sidrap cukup berhasil. Masalahnya kata dia, memang terdapat sejumlah PNPM MP kecamatan yang gagal melaksanakan program ini dengan baik sehingga perlu dilakukan evaluasi kinerja pengurus.(edy)

0 komentar:

Post a Comment